Terjadinya hujan es di kota Bandung beberapa waktu silam
merupakan salah satu fenomena alam yang langka sama seperti fenomena
alam aurora yang terjadi di daerah kutub saja. Pada umumnya hujan yang
turun membasahi bumi terjadi karena adanya proses penggumpalan air
menjadi awan, akan tetapi ada sebuah fenomena hujan yang sangat
membahayakan bagi manusia, hewan atau bahkan benda mati. Fenomena
tersebut adalah hujan asam.
Artikel terkait : Siklus Hidrologi
Hujan asam merupakan sejenis hujan pada umumnya, akan tetapi memiliki
tingkat keasaman yang berbeda jika dibandingkan dengan hujan pada
umumnya. Hujan yang terjadi di Indonesia pada umumnya memiliki pH normal
sekitar 6, sedangkan pada hujan asam tingkat pHnya adalah dibawah 5,6.
Proses terjadinya hujan asam sebenarnya sama seperti proses terjadinya
hujan pada umumnya, hanya saja pada hujan asam ini terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhinya. Berikut akan dijelaskan proses terjadinya
hujan asam.
1. Penguapan
Di
bumi ini setidaknya banyak aktivitas yang dilakukan oleh manusia yang
dapat memicu timbulnya berbagai macam gas yang dapat menyebabkan
terjadinya hujan asam. Contoh gas gas tersebut adalah karbon dioksida,
karbon monoksida, sulfur dioksida dan hidrogen sulfur. Gas gas tersebut
biasanya berasal dari kendaraan bermotor, uap pabrik, pembakaran dan
lain sebagainya.
Artikel terkait : Dampak Pencemaran Udara
Selain itu, bumi kita ini juga didominasi oleh perairan. Sehingga
ketika siang hari, pada saat matahari bersinar dengan terangnya, air air
tersebut akan mengalami penguapan menuju ke lapisan bumi. Menguapnya
air dari laut ataupun dari sungai dan juga berkumpulnya gas gas tersebut
di udara merupakan proses awal terjadinya hujan asam. ( baca : Biota Laut )
2. Penyatuan
Setelah uap air dan gas gas tersebut mengalami penguapan menuju
lapisan bumi, maka kedua materi tersebut akan saling bertemu satu sama
lain. Pertemuan antara karbon dioksida & karbon monoksida dengan uap
air, kemudian hidrogen sulfur dan sulfur oksida juga bertemu dengan uap
air. Pertemuan antara kedua senyawa inilah yang menyebabkan terjadinya
hujan asam di bumi ini.
Artikel terkait : Fungsi Fotosintesis – Proses Fotosintesis pada Tumbuhan
Dimana pada saat pertemuan antara karbon dioksida dan karbon
monoksida dengan uap air, disini menghasilkan asam lemah. Sedangkan
pertemuan hidrogen sulfur dan sulfur oksida juga bertemu dengan uap air
ini menghasilkan asam kuat. Kedua asam tersebut inilah yang memicu dapat
terjadi hujan asam.
3. Proses Akhir
Masing masing senyawa yang telah saling bercampur tersebut nantinya
akan terbawa oleh angin dan menuju tempat yang lebih tinggi dari
sebelumnya. Ketika sudah mencapai pada ketinggian tertentu, campuran
antara gas dan air tersebut pada akhirnya akan mengalami titik jenuh.
Titik jenuh inilah yang kemudian akan mulai menjatuhkan titik titik air,
dimana titik titik air tersebut sudah mengandung asam. Titik titik air
yang jatuh inilah yang disebut sebagai hujan asam.
Yang perlu diingat disini adalah bahwa hujan asam pertama kali
dikemukakan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1852 setelah melakukan
penelitian yang cukup lama. Setelah penelitian pertama tersebut,
beberapa peneliti kemudian aktif untuk meneliti lebih lanjut mengenai
hujan asam yang terjadi. Dan pada tahun 1990 banyak orang kemudian
menjadi peduli akan hujan asam yang menimbulkan dampak yang buruk bagi
lingkungan.
Artikel terkait : Perubahan Lingkungan – Macam Macam Pencemaran Lingkungan
Dampak Negatif Hujan Asam
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa hujan asam ini mengandung
banyak senyawa kimia yang dapat merusak lingkungan atau bahkan mahkluk
hidup. Adapun dampak yang ditimbulkan dari hujan asam adalah:
1. Ekosistem Laut Terganggu
Hujan yang turun ke bumi nantinya akan bermuara ke laut. Jika hujan
tersebut mengandung asam yang tinggi maka akan menyebabkan ekosistem
dalam laut mengalami gangguan. Gangguan yang dimaksud disini adalah
gangguan pada populasi ikan, dimana beberapa ikan tidak dapat
beradaptasi pada pH air yang berganti. Tidak hanya ikan saja yang
mengalami gangguan, akan tetapi beberapa binatang laut lainnya juga akan
mendapatkan efek dari hujan asam. Beberapa dari hewan laut yang tidak
dapat beradaptasi dengan cepat akan mengalami kematian. Selain itu, rantai makanan di laut juga akan mengalami gangguan.
Artikel terkait : Pelestarian Ekosistem – Cara Budidaya Terumbu Karang
2. Pertumbuhan Akar Terhambat
Hujan asam yang terserap oleh tanah akan memberikan dampak pada
tanaman yang tumbuh, dimana akar pada tanaman akan menjadi sulit
berkembang dan daya cengkeram pada tanah menjadi berkurang. Hal ini
menyebabkan tanaman menjadi mengalami gangguan pada pertumbuhan dan
perkembangannya, selain itu akar yang tidak kuat tersebut membuat
tumbuhan tersebut menjadi cepat roboh.
Artikel terkait : Jenis Jenis Akar Tumbuhan
3. Erosi dan Menurunnya Kesuburan Tanah
Hujan asam juga memberikan dampak pada tanah, salah satunya adalah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah.
Normalnya, tanah akan mengandung beberapa mineral dan senyawa kimia
yang bermanfaat bagi tumbuhan, akan tetapi setelah terjadi hujan asam,
maka mineral dan senyawa kimia tersebut akan hilang.
Reaksi kimia yang bercampur dengan senyawa kimia pada tanah dapat
menyebabkan terjadinya erosi. Selain itu, tingkat kesuburan tanah juga
akan berkurang, hal ini menyebabkan tanah menjadi tandus dan banyak
tumbuhan yang menjadi layu. Tidak hanya itu saja, mikroorganisme dalam
tanah akan menjadi cepat mati karena mereka tidak dapat beradaptasi
dengan cepat dan tidak tahan dengan kandungan asam yang tinggi.
Artikel terkait : Cara Hewan Beradaptasi dengan Lingkungannya
4. Kesehatan Terganggu
Hujan asam yang mengandung banyak senyawa kimia juga menimbulkan
dampak pada manusia. Beberapa gangguan yang dialami diantaranya adalah
pada sistem pernapasan pada manusia,
dimana bau yang terhirup akan mengganggu paru paru kita, selain itu
bagi mereka penderita asma juga akan menjadi tidak nyaman. Selain
memberikan dampak pada sistem pernafasan, hujan asam juga memberikan
dampak pada kulit kita. Apabila hujan asam tersebut secara langsung
terkena kulit, maka kulit akan mengalami iritasi bahkan menimbulkan
penyakit kulit lainnya. Kesehatan yang sudah terganggu, apabila tidak
segera ditangani akan menyebabkan kematian mendadak.
Artikel terkait : Jenis Jenis Penyakit Kulit
5. Besi Korosif
Senyawa kimia yang kuat pada hujan asam juga memberikan dampak pada
berbagai jenis logam besi. Apabila besi tersebut terkena langsung, maka
dalam hitungan jam besi tersebut akan menjadi berkarat. Hal ini sangat
sulit dicegah, mengingat kita tidak akan tau kapan hujan asam tersebut
terjadi.
Artikel terkait : Bahaya Logam Berat bagi Lingkungan
Upaya Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya hujan asam kita dapat melakukan cara cara sebagai berikut:
Pemilihan Bahan Bakar – Untuk mengurangi produksi
gas yang dapat menyebabkan hujan asam, setidaknya saat ini harus
selektif dalam memilih bahan bakar. Sangat disarankan untuk menggunakan
bahan bakar yang mengandung rendah belerang atau dengan menggunakan
bahan bakar alternatif seperti etanol dan hidrogen.
Menerapkan 3R – 3R adalah resue, recycle dan
reduce. Prinsip ini setidaknya dapat mengurangi produksi suatu barang
dengan cara mendaur ulang barang tersebut. ( baca : Dampak Sampah Plastik )
Reboisasi – Setidaknya lakukan reboisasi hutan
secara berkala agar udara bersih menjadi lebih banyak dan untuk mencegah
udara kotor naik ke lapisan bumi sehingga menyebabkan hujan asam.
Penambahan Zat Kapur – Agar tanah tetap kaya dengan
senyawa kapur dan mencegah hal hal yang tidak diinginkan seperti
tanaman mudah layu, maka alangkah lebih baik mengambil langkah pertama
dengan menambahkan zat kapur di tanah ataupun danau.
Itulah penjabaran dari proses terjadinya hujan asam beserta dampak
negatif beserta upaya pencegahannya agar tidak terjadi hal hal yang
tidak diinginkan. Semoga bermanfaat!
Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor (terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem)[1]. Reaksi endoterm (endo-adalah awalan yang berarti "ke dalam"), di mana kalor harus disalurkan ke sistem oleh lingkungan[2].
Pada reaksi ini, terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke
sistem sehingga suhu lingkungan turun dan menjadi lebih dingin. Reaksi
endoterm menyerap sejumlah energi sehingga energi sehingga energi sistem
bertambah. Karena entalpi bertambah, perubahan entalpinya bertanda
positif[3].
Dapat dijelaskan dengan gambar sebagai berikut:
Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu,
entalpi sistem akan bertambah. Artinya, entalpi produk (Hp) lebih besar
daripada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya, perubahan entalpi, merupakan
selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp-Hr) bertanda
positif. Dan dapat dinyatakan perubahan entalpi untuk reaksi endoterm
sebagai berikut:
∆H = Hp-Hr > 0 (Positif)
Serta dapat dijelaskan secara rinci dengan gambar sebagai berikut:
Jika dalam reaksi endoterm dalam grafik dengan proses reaksi
(sebagai sumbu x) dan energi (sebagai sumbu y) dapat dilihat antara
perbandingan kalor pada reaktan/pereaksi dengan produk/hasil reaksi
bahwa kalor yang diserap lebih banyak pada produk/hasil reaksi. Pada
reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem
akan bertambah. Artinya H akhir ( H dari zat-zat produk reaksi) lebih
besar daripada entalpi H awal (H dari zat-zat pereaksi). Akibatnya,
perubahan entalpi (∆H) yaitu selisih antara entalpi (H) akhir dengan
entalpi (H) awal. Sehingga nilainya bertanda positif. Hal ini ditandai
dengan menurunnya suhu lingkungan dan bertambahnya suhu pada sistem.
Salah satu contoh penulisan persamaan termokimiannya:
Contoh reaksi endoterm antara lain:
1. Reaksi antara barium hidroksida (Ba(OH)2) dan kristal amonium klorida (NH4Cl) dengan penambahan beberapa tetes air
2. Reaksi antara amonium tiosianat (NH4SCN) dan barium hidroksida dekahidrat (Ba(OH)2.10H2O)
3. Peristiwa pembekuan es
4. Asimilasi
5. Fotosintesis
6. Penguraian merkuri(II) oksida (HgO) pada suhu tinggi
Api yang dihasilkan dari bahan bakar yang mengalami pembakaran
Pembakaran' adalah suatu runutan reaksi kimia antara suatu bahan bakar dan suatu oksidan, disertai dengan produksi panas yang kadang disertai cahaya dalam bentuk pendar atau api.
Dalam suatu reaksi pembakaran lengkap, suatu senyawa bereaksi
dengan zat pengoksidasi, dan produknya adalah senyawa dari tiap elemen
dalam bahan bakar dengan zat pengoksidasi. Contoh:
Contoh yang lebih sederhana dapat diamati pada pembakaran hidrogen dan oksigen, yang merupakan reaksi umum yang digunakan dalam mesin roket, yang hanya menghasilkan uap air, dengan entalpi standar reaksi pada 298.15 K dan 1 atm adalah −242 kJ/mol.[1]:
Pada mayoritas penggunaan pembakaran sehari-hari, oksidan oksigen (O2) diperoleh dari udara ambien dan gas resultan (gas cerobong, flue gas) dari pembakaran akan mengandung nitrogen:
Seperti dapat dilihat, jika udara adalah sumber oksigen, nitrogen
meliputi bagian yang sangat besar dari gas cerobong yang dihasilkan.
Dalam kenyataannya, proses pembakaran tidak pernah sempurna. Dalam gas cerobong dari pembakaran karbon (seperti dalam pembakaran batubara) atau senyawa karbon (seperti dalam pembakaran hidrokarbon, kayu, dll) akan ditemukan baik karbon yang tak terbakar maupun senyawa karbon (CO
dan lainnya). Jika pembakaran pada suhu tinggi menggunakan udara
(mengandung 78% nitrogen), maka sebagian kecil nitrogen akan bereaksi
menjadi berbagai jenis nitrogen oksida (NOx) yang berbahaya.
Pembakaran metana adalah reaksi pembakaran sempurna, karena hasilnya adalah karbon dioksida dan air.
Pada pembakaran sempurna, reaktan terbakar dengan oksigen menghasilkan beberapa produk. Ketika hirokarbon
terbakar dengan oksigen, maka reaksi utama akan menghasilkan karbon
dioksida dan air. Ketika elemen dibakar, maka produk yang dihasilkan
biasanya juga berupa oksida. Karbon dibakar menghasilkan karbon dioksida, sulfur dibakar menghasilkan sulfur dioksida, dan besi dibakar menghasilkan besi(III) oksida. Nitrogen tidak dianggap sebagai komponen yang bisa terbakar jika oksigen dipakai sebagai agen pengoksidasi, namun nitrogen oksida NOx dalam jumlah kecil biasanya akan terbentuk.
Jumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran sempurna disebut
udara teoretis. Namun, pada praktiknya digunakan jumlah 2-3 kali jumlah
udara teoretis.
Tak sempurna
Pembakaran
tak sempurna dihasilkan bila tidak ada oksigen yang cukup untuk
membakar bahan bakar sepenuhnya menjadi karbon dioksida dan air.
Pada banyak bahan bakar, seperti minyak diesel, batu bara, dan kayu, pirolisis
muncul sebelum pembakaran. Pada pembakaran tak sempurna, produk
pirolisis tidak terbakar dan mengkontaminasi asap dengan partikulat
berbahaya, misalnya oksidasi sebagian etanol menghasilkan asetaldehida yang berbahaya, begitu juga dengan oksidasi sebagian karbon yang menghasilkan karbon monoksida yang beracun.
Kualitas pembakaran dapat ditingkatkan dengan desain alat pembakaran, seperti pembakar minyak dan mesin pembakaran dalam. Perbaikan lebih lanjut mencakup alat katalitik pasca pembakaran (seperti konverter katalitik).
Beberapa alat-alat ini biasanya dibutuhkan oleh banyak mobil/kendaraan
di berbagai negara untuk memenuhi aturan lingkungan negaranya mengenai stadar emisi.
Derajat pembakaran dapat diukur dan dianalisis dengan peralatan uji. Kontraktor HVAC dan insinyur menggunakan analiser pembakaran untuk menguji efisiensi pembakar selama proses pembakaran.
Apa
itu teks eksplanasi? Sebelum kita ketahui mengenai pengertiannya kita
bedah dahulu asal katanya. Secara etimologi, eksplanasi berasal dari
kata #Bahasa Inggris “Explanation” = Penjelasan/Keterangan.
Jadi, teks eksplanasi adalah
sebuah teks dapat kita artikan sebagai teks yang berisi penjelasan atau keterangan tentang suatu hal
Namun
yang lebih spesifik, teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan
mengenai berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita. Fenomenanya apa
aja? Banyak kok, seperti alam, sosial, budaya dan yang umum lainnya.
Dan juga yang perlu kalian tahu bahwa teks eksplanasi itu sesuai fakta!
Bagian-bagian teks eksplanasi
Dalam menyusun sebuah teks eksplanasi,
pasti ada bagian-bagian yang mendukung fungsi dari teks eksplanasi itu
sendiri sehingga menjadi sebuah uraian yang mudah dipahami.
Bagian-bagian tersebut ialah :
Pembuka – biasanya dalam bagian pembuka, si penulis nyeritain secara umum gimana tentang apa aja di teks eksplanasinya.
Isi – untuk isi, ini merupakan bagian dari rentetan penjelasan fenomena yang terjadi dalam teks tersebut.
Penutup – kalau di bagian penutup, berisikan tentang inti dari penjelasan dalam teks eksplanasi tersebut.
Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Supaya teks eksplanasi bener-bener bisa dikatakan demikian, ada ciri-ciri teks eksplanasi yang harus dipenuhi yaitu :
Memuat informasi – informasi fakta.
Membahas suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau ilmu pengetahuan.
Bersifat informative dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca untuk mempercayai hal yang dibahas di dalam teks.
Memiliki / menggunakan sequence markers, seperti pertama, kedua, ketiga, dsb. atau pertama, berikutnya, terakhir.
Beberapa usalan diatas hanya sebagian dari materi teks eksplanasi. Masih ada bagian lainnya seperti contoh teks eksplanasi, struktur teks eksplanasi yang harus kita ketahui.
Indonesia
merupakan negara yang mutu pendidikannya masih rendah jika dibandingkan dengan
negara-negara lain bahkan sesama anggota negara ASEAN pun kualita SDM bangsa
Indonesia masuk dalam peringkat yang paling rendah. Hal ini terjadi karena
pendidikan di Indonesia belum dapat berfungsi secara maksimal. Oleh karena itu,
pendidikan di Indonesia harus segera diperbaiki agar mampu melahirkan generasi
yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang supaya bangsa Indonesia dapat
bersaing dengan bangsa lain dan agar tidak semakin tertinggal karena arus
global yang berjalan cepat.
Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia
diperlukan sistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan dan tuntutan
zaman. Perbaikan itu dilakukan mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah
dan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus menggunakan
sistem pendidikan dan pola kebijakan yang sesuai dengan keadaan Indonesia.
Masa depan suatu bangsa sangat tergantung
pada mutu sumber daya manusianya dan kemampuan peserta didiknya untuk menguasai
ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hal tersebut dapat kita wujudkan melalui
pendidikan dalam keluarga, pendidikan masyarakat maupun pendidikan sekolah.
Saat ini pendidikan sekolah wajib di
terima oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena dengan mengenyam pendidikan
kita dapat mengikuti arus global dan dapat mengejar ketertinggalan kita dari
bangsa lain. Namun dalam kenyataannya sekarang ini masih banyak orang yang
belum dapat mengenyam pendidikan sekolah karena faktor ekonomi. Akan tetapi di
dalam era global ini, hal tersebut tidak boleh terjadi karena akan menghambat
perkembangan SDM dan bangsa pada umumnya. Maka dari itu, pemerintah Indonesia
harus mengambil kebijakan yang dapat mengatasi masalah tersebut.
Sistem Pendidikan yang di Anut di Indonesia
Indonesia sekarang menganut sistem
pendidikan nasional. Namun, sistem pendidikan nasional masih belum dapat
dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ada beberapa sistem di Indonesia yang telah
dilaksanakan, di antaranya:
·Sistem Pendidikan Indonesia yang
berorientasi pada nilai.
Sistem
pendidikan ini telah diterapkan sejak sekolah dasar. Disini peserta didik
diberi pengajaran kejujuran, tenggang rasa, kedisiplinan, dsb. Nilai ini
disampaikan melalui pelajaran Pkn, bahkan nilai ini juga disampaikan di tingkat
pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
·Indonesia menganut sistem
pendidikan terbuka.
Menurut
sistem pendidikan ini, peserta didik di tuntut untuk dapat bersaing dengan
teman, berfikir kreatif dan inovatif
·Sistem pendidikan beragam.
Di
Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, daerah, budaya, dll. Serta
pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan
informal.
·Sistem pendidikan yang efisien
dalam pengelolaan waktu.
Di
dalam KBM, waktu di atur sedemikian rupa agar peserta didik tidak merasa
terbebani dengan materi pelajaran yang disampaikan karena waktunya terlalu
singkat atau sebaliknya.
·Sistem pendidikan yang
disesuaikan dengan perubahan zaman.
Dalam
sistem ini, bangsa Indonesia harus menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat
ini. Oleh karena itu, kurikulum di Indonesia sering mengalami perubahan /
pergantian dari waktu ke waktu, hingga sekarang Indonesia menggunakan kurikulum
KTSP.
Problem di
Bidang Pendidikan
Problem yang dihadapi bangsa Indonesia di
bidang pendidikan mencakup tiga pokok proble, yaitu:
a.Pemerataan
Pendidikan
Saat ini bangsa Indonesia masih mengalami
di bidang pemerataan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan pendidikan di
Indonesia hanya dapat dirasakan oleh kaum menengah ke atas. Agar pendidikan di
Indonesia tidak semakin terpuruk, maka pemerintah harus mengambil kebijakan
yang tepat. Misalnya, adanya kebijakan wajib belajar 9 tahun. Kebijakan ini
dilaksanakan dari mulai bangku SD hingga SMP. Pemerintah membuat kebijakan
dengan meratakan tenaga pendidik di setiap daerah.
b.Biaya
pendidikan
Keadaan ekonomi Indonesia yang semakin
terpuruk berdampak pula pada pendidikan di Indonesia. Banyak sekali anak yang
tidak dapat mengenyam pendidikan karena biaya pendidikan yang mahal. Maka dari
itu, agar bangsa Indonesia tidak semakin
terbelakang, Pemerintah mulai mengeluarkan dana BOS, yang diberikan kepada
peserta didik di SD dan SMP. Hal tersebut dilakukan dengan membebaskan biaya
SPP atau membuat kebijakan free-school bagi pendidikan dasar. Dengan
dikeluarkan kebijakan tersebut, di harapkan semua pendidikan dapat dirasakan di
semua kalangan masyarakat Indonesia.
c. Kualitas Pendidikan
Selain kedua masalah tersebut, permasalahan
yang paling mendasar adalah masalah mutu pendidikan. Karena sekarang ini
pendidikan kita masih jauh tertinggal jika di bandingkan dengan negara-negara
lain. Hal tersebut di buktikan dengan banyaknya tenaga pendidik yang mengajar
namun tidak sesuai dengan bidangnya. Selain itu, tingkat kejujuran dan
kedisiplinan peserta didik masih rendah. Contohnya: dengan adanya
kecurangan-kecurangan yang dilakukan saat mengikuti Ujian Nasional peserta
didik cenderung pilih mendapat jawaban secara instan, misalnya dengan membeli jawaban
soal UN. Oleh karena itu, mutu pendidikan harus diperbaiki, maka pemerintah
membuat kebijakan yang berupa peningkatan mutu pendidik. Yang dilakukan dengan
cara mengevaluasi ulang tenaga pendidik agar sesuai dengan syarat untuk menjadi
pendidik. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan sarana dan prasarana,
misalnya memperbaiki fasilitas gedung, memperbanyak buku, dll.
Pendidikan sangat penting pengaruhnya bagi
suatu bangsa. Tanpa adanya pendidikan, maka bangsa tersbut akan tertinggal dari
bangsa lain. Sepeti halnya juga bangsa Indonesia, pendidikan merupakan salah
satu upaya yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain
khususnya bangsa-banga ASEAN. Maka pendidikan Indonesia harus diperbaiki, baik
dari segi sistem pendidikan maupun sarana prasarana.
Indonesia terdiri dari pendidikan dasar,
pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Saat ini pemerintah mulai
memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dengan membuat berbagai kebijakan dan
merubah sistemnya. Pendidikan Indonesia saat ini menggunakan sistem nasional
yang meliputi sistem terbuka, sistem yang berorientasi pada nilai, sistem
pendidikan yang beragam, sistem pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan
zaman dan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk menjalankan sistem
tersebut, pemerintah mengeluarkan sistem wajib belajar 9 tahun yang ditujukan
untuk peserta didik SD dan SMP, adanya free-school. Perubahan kurikulum dari
waktu ke waktu yang disesuaikan dengan keadaan pendidikan sekarang, memperbaiki
sarana-prasarana, mengevaluasi kinerja tenaga pendidik dll. Dengan adanya upaya
pendidikan di Indonesia dapat lebih baik agar bangsa Indonesia dapat
mengimbangi negara lain terutama negara-negara ASEAN.
Pengertian / definisi Pendidikan Jasmani adalah
suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk
meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan
dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap
siswa.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP): Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas
jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan
keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap
sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik,
kognitif, dan afektif setiap siswa.
Tim Guru Eduka: Olahraga adalah suatu
kegiatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.
Soekarno: Olahraga adalah alat untuk
melaksanakan tiga tujuan revolusi Indonesia, yaiut: Negara Kesatuan RI yang
kuat, masyarakat adil dan makmur, dan tata dunia baru. Dengan kata lain,
Olahraga adalah alat untuk melaksanakan ampera (amanat penderitaan rakyat).
Suryanto Sukmono, S. Si: Olahraga adalah
suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat, baik
secara jasmani maupun rohani. Seno Gumira Ajidarma: Olahraga adalah
sarana kompetisi untuk menjadi nomer satu.
Jessica Dolland: Olahraga adalah pereda
stress yang sangat baik. Olahraga dapat mengalihkan pikiran dari kekhawatiran
dengan cara meredakan ketegangan otot tubuh.
Kathryn Marsden: Olahraga adalah pengusir
stress terbaik yang pernah ditemukan. Chatles C. Manz: Olahraga adalah sesuatu
yang harus menjadi prioritas dan dijadwalkan tapi tetap realistis. Hans Tandra: Olahraga adalah gerakan
tubuh yang berirama dan teratur untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran.
Sheta Datrgazelli: Olahraga adalah minyak
yang membuat gerakan tubuh bergerak secara fleksibel dan mudah.Wikipedia :Olahraga adalah aktivitas
untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara
rohani.
Menurut Cholik Mutohir (Cholik Mutohir,
1992) Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha
yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah
seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan,
perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh
rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia
Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila
Nixon and Cozens (1963: 51) mengemukakan
bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses
pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan
berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut.
Dauer dan Pangrazi (1989: 1) mengemukakan
bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang
memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan
perkembangan secara utuh untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan
sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara
yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program
pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada
domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.
Bucher, (1979). Mengemukakan pendidikan
jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan,
adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk
mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif,
sosial, dan emosional
Ateng (1993) mengemukakan; pendidikan
jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui
berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik,
neuromuskuler, intelektual dan emosional.
Jesse Feiring Williams (1999; dalam
Freeman, 2001), pendidikan jasmani adalah sejumlah aktivitas jasmani manusiawi
yang terpilih sehingga dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
Barrow mendefinisikan pendidikan jasmani
sebagai pendidikan melalui aktivitas gerak manusia di mana banyak dari tujuan
pendidikan yang dicapai melalui kegiatan otot besar yang melibatkan olahraga,
permainan, senam, tari dan latihan.
Jackson R. Sharman menyatakan bahwa
pendidikan jasmani adalah bagian dari pendidikan yang berlangsung melalui
kegiatan yang melibatkan mekanisme motorik tubuh manusia yang menghasilkan pola
perilaku individu.
Charles A. Bucher mengemukakan bahwa
pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan
secara keseluruhan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan
emosional.
Central Advisory Board of physical
Education and Recreation mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai pendidikan
melalui aktivitas fisik untuk pengembangan total kepribadian anak untuk
keutuhan dan kesempurnaan tubuh, pikiran dan jiwa.
Abdul Kadir Ateng menjelaskan bahwa
pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan
melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik,
neuromuskuler, intelektual dan emosional.
Kesimpulan: Olahraga adalah aktivitas
yang bisa bertujuan untuk melatih tubuh seseorang baik secara jasmani maupun
rohani, hiburan, meraih prestasi, dan sebagainya.
Abdul Gafur: Pendidikan Jasmani adalah
suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat
yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani
untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani,
kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian
yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas
berdasarkan Pancasila.
Cholik Mutohir: Pendidikan Jasmani adalah
adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat
mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah
seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan,
perlombaan/pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh
rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia
Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
Nixon and Cozens: Pendidikan Jasmani
didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan
dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang
dihasilkan individu dari respons tersebut.
Dauer dan Pangrazi: Pendidikan Jasmani
adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi,
terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara
utuh untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan
melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki
makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang
memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain
pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.
Bucher: Pendidikan Jasmani merupakan
bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, adalah proses
pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan
emosional
Ateng: Pendidikan Jasmani merupakan
bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan
jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual
dan emosional.
Barrow: Pendidikan Jasmani sebagai
pendidikan melalui aktivitas gerak manusia dimana banyak dari tujuan pendidikan
yang dicapai melalui kegiatan otot besar yang melibatkan olahraga, permainan,
senam, tari dan latihan.
Jackson R. Sharman: Pendidikan Jasmani
adalah bagian daripendidikan yang berlangsung melalui kegiatan yang melibatkan
mekanisme motorik tubuh manusia yang menghasilkan pola perilaku individu. Central Advisory Board of physical
Education and Recreation: Pendidikan Jasmani adalah pendidikan melalui
aktivitas fisik untuk pengembangan totalkepribadian anak untuk keutuhan dan
kesempurnaan tubuh, pikiran dan jiwa.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (Penjas Orkes) adalah
proses pendidikan melalui akivitas jasmani yang di dalamnya terdapat banyak
makna kehidupan untuk memperoleh kebugaran tubuh dan menjunjung tinggi
sportifitas.
Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya Lengkap Beserta Gambar Organel-organel Sel
SEL TUMBUHAN DAN FUNGSINYA – Bagian terkecil yang
menyusun setiap organ pada makhluk hidup disebut sel. Jadi bagian
terkecil yang menyusun setiap organ tumbuhan disebut sel tumbuhan.
Struktur, jenis karakteristik sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan.
Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap dan sederhana mengenai
sel tumbuhan dan fungsinya. Dengan sub bahasan yaitu struktur sel
tumbuhan (inti sel, sitoplasma, organel sel, dan membran sel) dan fungsi
sel tumbuhan. Pada bagian akhir artikel akan sedikit di bahas mengenai
perbedaan sel hewan dan tumbuhan.
Sel Tumbuhan yang Dilihat Melalui Mikroskop Cahaya (forskning.no)
Terdapat beberapa pengertian sel menurut para ahli.
Pertama, menurut Mathias Schleiden seorang ahli anatomi tumbuhan dan
Theodor Schwann seorang ahli anatomi hewan. Mereka menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural kehidupan.
Kedua, menurut Max Schultze dan Thomas Huxley. Mereka berpendapat
bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh sel menggambarkan aktivitas
yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Berdasarkan pendapat itu,
mereka berdua mengatakan bahwa sel merupakan satu kesatuan fungsional kehidupan.
Ketiga, menurut Rudolf Virchow yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan.
Namun, pendapat ini berubah setelah ditemukannya gen di dalam inti sel.
Berdasarkan hasil penemuan itu kemudian meuncullah teori yang
menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan heriditas dari makhluk hidup.
Keempat, menurut Walther Flemming dan Eduard Strasburger. Mereka
menemukan bahwa sel berkembang biak dengan cara membelah diri. Sehingga
dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan reproduksi dari makhluk hidup.
Secara mudah, pengertian sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup.
Jadi sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari tumbuhan. Berdasarkan
teori-teori di atas didapatkan sebuah kesimpulan mengenai fungsi sel-sel
tumbuhan.
Fugsi sel tumbuhan tersebut antara lain adalah
sebagai penyusun tubuh tumbuhan
penggerak seluruh aktivitas di dalam tubuh tumbuhan,
berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan,
pembawa sifat genetik pada tumbuhan, dan
berkaitan dengan reproduksi tumbuhan.
Agar lebih jelas, berikut penjelasan setiap bagian-bagian pada sel
tumbuhan. Setiap bagian sel tumbuhan memiliki fungsinya masing-masing
yang berkaitan dengan fungsi sel secara keseluruhan. Penjelasan mengenai
bagian-bagian sel tumbuhan dapat Anda simak pada sub bab struktur sel
tumbuhan.
Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya
Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya (wasiwa.com)
Secara umum struktur sel tumbuhan dapat di bagi menjadi 3 bagian
yaitu inti sel, sitoplasma, dan membran sel. Setiap bagian sel tumbuhan
memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut penjelasan lebih lanjut
mengenai bagian-bagian sel tumbuhan.
A. Inti Sel Tumbuhan (Nukleus)
Inti Sel atau Nukleus (kehidupankita.com)
Inti sel atau nukleus merupakan organel sel yang berada di dalam sel
eukariotik. Sel tumbuhan termasuk kelompok sel eukariotik. Di dalam inti
sel banyak mengandung materi genetik yang berbentuk DNA (deoxyribonucleic acid). Di dalam DNA tersimpan informasi genetik yang berbentuk polinukleotida. Fungsi inti sel adalah untuk mengontrol segala
aktivitas sel berdasarkan informasi genetik yang dibawa oleh DNA.
Informasi genetik ini nantinya akan diturunkan ke generasi selanjutnya.
Sehingga bisa dianggap bahwa nukleus merupakan organel terpenting dalam
sebuah sel.
Struktur inti sel tumbuhan tersusun dari membran nukleus, nukleoplasma, kromosom, dan nukleolus.
1. Membran Nukleus atau Selaput Inti (Karioteka)
Membran Nukleus (slideplayer.info)
Jika dilihat menggunakan mikroskop elektron, membran nukleus terdiri
dari 2 selaput yaitu selaput luar dan selaput dalam. Selaput luar
berhubungan langsung dengan sitoplasma sehingga banyak ditempeli oleh
ribosom.
Di antara dua selaput tersebut terdapat celah sempit yang disebut perinukleus atau intermembran space. Selain
itu membran nukleus juga memiliki pori-pori sehingga memungkinkan
terjadinya interaksi antara nukleoplasma (cairan di dalam nukleus) dan
sitoplasma. Fungsi membran nukleus adalah sebagai pintu yang
menghubungkan nukleoplasma dan sitoplasma. Dikarenakan terdapat
pori-pori pada membran nukleus. Dengan adanya pori-pori ini memungkinkan
molekul RNA pada nukleoplasma bisa keluar ke sitoplasma.
2. Nukleoplasma (Kariolimfa)
Nukleoplasma (pinterest.com)
Nukleoplasma adalah cairan kental yang mengisi bagian dalam nukleus.
Cairan ini tersusun atas asam nukleat (DNA dan RNA), protein , dan
mineral garam. DNA dan RNA merupakan materi pembawa sifat genetik yang
banyak terkandung dalam nukleoplasma. Apabila kedua materi genetik ini
bergabung dengan protein maka disebut sebagai nukleoprotein. Fungsi nukleoplasma adalah sebagai suspensi (zat
cair yang mengandung zat padat) bagi organel sel yang ada di dalam
nukelus. Selain itu, nukleoplasma juga berfungsi untuk mempertahankan
bentuk nukleus dan sebagai media transportasi zat-zat yang dibutuhkan
oleh nukleus.
Kromatin dan Kromosom (informazone.com)
Kromatin jika diamati menggunakan mikroskop elektron terlihat seperti
butiran-butiran yang tersebar di dalam nukleus. Ketika dalam proses
pembelahan kromatin tidak terlihat, namun hanya terlihat benang-benang
kromosom. Sebutan kormosom digunakan untuk menunjukkan kromatin yang
berubah menjadi benang-benang halus ketika sel sedang membelah diri. Fungsi kromatin adalah sebagai pembawa informasi
genetik yang berguna untuk mengendalikan seluruh aktivitas sel. Hal ini
disebabkan karena kromatin tersusun dari DNA (16%), RNA (12%), dan
nukleoprotein (72%). Sebelum dikeluarkan ke sitoplasma informasi pada
DNA disalin dan membentuk RNA. Jadi RNA adalah salinan dari DNA dan
berfungsi menyalurkan informasi genetik.
4. Nukleolus (Anak Inti)
Nukleolus (haikudeck.com)
Nukleolus atau anak inti adalah sebuah organel sel yang terletak di
dalam nukleus dan berukuran lebih besar dari kromatin. Komposisi
nukleolus sebagian besar terdiri dari benang-benang halus DNA. Fungsi nukleolus adalah sebagai tempat
berlangsungnya sintesis RNA. Di dalam nukleolus informasi genetik yang
dibawa oleh DNA diuraikan sehingga menghasilkan rRNA. Molekul rRNA
nantinya akan berfungsi sebagai penyusun organel ribosom di dalam
sitoplasma.
B. Sitoplasma
Sel Tumbuhan dan Fungsinya (slideplayer.info)
Sitoplasma adalah cairan kental seperti gel yang mengisi rongga di
dalam sel. Di dalam sitoplasma terkandung banyak air dengan presentase
sebesar 80%. Sitoplasma biasanya tidak berwarna atau bening. Selain itu
di dalamnya juga banyak terkandung garam sehingga dapat dengan baik
menghantarkan arus listrik. Fungsi sitoplasma adalah sebagai media suspensi bagi
partikel-partikel kecil dan organel-organel sel. Sitoplasma juga
berfungsi untuk menyalurkan dan melarutkan zat-zat makanan yang
dibutuhkan organel-organel sel untuk melakukan aktivitas.
Di dalam sel tumbuhan sitoplasma berguna untuk mengatur posisi
kloroplas. Sitoplasma akan membantu kloroplas berpindah ke bagian yang
terkena sinar matahari lebih banyak. Sehingga bisa memaksimalkan proses
fotosintesis.
Secara garis besar sitoplasma bisa dibagi menjadi 3 bagian yaitu sitosol, organel-organel sel dan inklusi sitoplasma.
Sitosol
Sitosol merupakan cairan kental yang terdiri dari air, garam dan
senyawa-senyawa organik. Sitosol sebagian besar terdiri dari air
sebanyak 70% dan berisi campuran benang-benang sitoskleton (kerangka
sel), senyawa organik dan anorganik. Fungsi sitosol adalah sebagai sumber bahan makanan
bagi sel dan organel-organel sel. Hal ini karena sitosol juga
mengandung senyawa organik seperti garam, protein, asam lemak. Sitosol
juga berfungsi sebagai tempat terjadinya proses metabolisme seperti
sintesis protein dan asam lemak.
Organel-organel Sel
Organel-organel Sel (thinglink.com)
Di dalam sitoplasma terdapat berbagai macam organel sel. Setiap
organel orgenel sel memiliki bentuk, kerakteriktik dan fungsinya
masing-masing. Jumlah organel sel di sitoplasma lebih banyak daripada
yang ada dalam nukleus. Organel sel pada tumbuhan terdiri dari ribosom,
lisosom, retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, kloroplas,
vakuola, mikrotubulus, mikrofilamen, dan peroksisom. Fungsi organel-organel sel secara keseluruhan adalah
untuk mendukung aktivitas sel, karena jika ada satu organel yang tidak
berfungsi maka sel tidak bisa bekerja dengan baik.
1. Ribosom
Ribosom (shareyouressays.com)
Ribosom adalah organel sel tumbuhan yang mengandung protein (40%) dan
asam ribonukleat atau RNA (60%). Terdapat 2 jenis ribosom yaitu ribosom
terikat dan ribosom bebas. Ribosom terikat biasanya bergabung dengan
retikulum endoplasma. Fungsi ribosom adalah sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
2. Retikulum endoplasma (RE)
Retikulum Endoplasma (pinterest.com)
Retikulum endoplasma adalah organel sel yang berbentuk seperti
ruangan labirin, dinding atau membran pada RE terlihat berliku-liku
seperti labirin. Terdapat dua jenis retikulum endoplasma dalam sel
tumbuhan yaitu RE kasar dan halus. Pada RE kasar permukaannya ditempeli
oleh butiran-butiran ribosom. Sedangkan pada RE halus tidak ditempeli
ribosom. Fungsi retikulum endoplasma adalah sebagai jalur yang menghubungkan nukleus dan sitoplasma.
3. Mitokondria
Mitokondria (wikimedia.org)
Mitokondria adalah organel sel yang berbentuk bulat lonjong seperti
sosis. Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop elektron
organel sel ini memiliki dua bagian yaitu membran luar dan membran
dalam. Di antara keduanya terdapat sebuah celah sempit yang disebut intermembran space. Membran dalam memiliki bentuk berbelit-belit seperti labirin yang disebut sebagai krista. Fungsi mitokondria adalah untuk menghasilkan energi.
Mitokondria pada tumbuhan berfungsi untuk merubah okesigen dan zat gula
menjadi karbondioksida dan energi melalui proses respirasi selular.
Karena fungsinya ini mitokondria juga dijuluki sebagai the power house of cell atau gudang penghasil energi pada sel.
4. Badan golgi (Aparatus Golgi atau Diktiosom)
Badan Golgi (dededwis.blogspot.com)
Badan golgi atau aparatus golgi adalah organel sel yang berbentuk
kantung tipis tersusun secara berlapis-lapis. Bentuk badan golgi hampir
mirip seperti bentuk retikulum endoplasma, hanya saja terdapat lapisan
membran pada kantungnya.
Fungsi badan
golgi adalah sebagai alat sekresi pada sel. Di dalamnya terjadi proses
perubahan dari enzim yang tidak aktif menjadi enzim aktif, Selain itu,
badan golgi juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekunder protein
dan zat-zat lainnya yang berasal dari retikulum endoplasma.
5. Kloroplas (Plastisida)
Kloroplas (wikimedia.org)
Kloroplas adalah organel sel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan.
Kloroplas berbentuk bulat lonjong dan berwarna hijau. Mungkin bentuknya
terlihat seperti kacang hijau. Namun juga ada kloroplas yang berbentuk
pipih atau bulat seperti telur.
Seperti halnya mitokondria, kloroplas juga memiliki 2 membran yaitu
membran luar dan dalam. Pada bagian dalam membran dalam terdapat stroma
dan tilakoid. Stroma adalah cairan yang mengisi rongga di dalam
kloroplas dan tilakoid tersusun dari kantung kecil yang ditumpuk secara
vertikal di dalam kloroplas.
6. Vakuola (Rongga Sel)
Vakuola (sullivan1990.blogspot.com)
Vakuola atau rongga sel adalah organel terbesar yang dapat dijumpai
pada sel tumbuhan. Vakuola berbentuk seperti karung yang didalamnya
terdapat cairan yang mengandung senyawa organik dan anorganik. Vakuola
memiliki lapisan membran yang disebut sebagai tonoplas. Fungsi vakuola adalah sebagai tempat menyimpan
zat-zat makanan seperti protein dan zat gula. Di dalamnya juga tersimpan
pigmen daun, buah, dan daun. Selain itu vakuola juga berfungsi untuk
mengatur tekanan di dalam sel, menstabilkan tingkat nilai PH dan
mengisolasi zat sisa-sisa metabolisme sel.
7. Mikrotubulus
Mikrotubulus (en.wikipedia.org)
Mikrotubulus adalah organel sel berbentuk tabung panjang dan tidak
bercabang. Organel sel ini mengandung molekul-molekul protein yang
tersusun secara melingkar seperti pegas sehingga berbentuk seperti
tabung panjang berongga. Organel ini memiliki sifat kaku sehingga
bentuknya tidak berubah-ubah. Fungsi mikrotubulus adalah sebagai media transportasi zat, menjaga tekanan di dalam sel, dan membantu replikasi kromosom.
8. Mikrofilamen
Mikrofilamen (studyblue.com)
Mikrofilamen adalah organel sel yang termasuk sebagai sitoskeleton
yang berbentuk tabung panjang padat. Organel sel ini tersusun atas
benang-benang yang terbuat dari kumpulan molekul protein dan aktin.
Mkrofilamen biasanya ditemukan di dekat membran sel. Fungsi mikrofilamen adalah sebagai kerangka yang mempertahankan bentuk sel agar tidak berubah-ubah.
9. Peroksisom (Badan Mikro)
Peroksisom (slideplayer.com)
Peroksisom adalah organel sel berukuran kecil yang dilapisi oleh
membran tunggal. Peroksisom biasanya berinteraksi dengan retikulum
endoplasma dan mengandung sejumlah enzim. Setidaknya terdapat 40 enzim
yang dilapisi oleh membran lipid (lemak) ganda. Fungsi Peroksisom adalah menguraikan hidrogen
peroksida melalui proses fotorespirasi. Peroksisom juga berfungsi untuk
mengubah racun menjadi air dan oksigen serta mengubah asam lemak menjadi
zat gula.
Inklusi Sitoplasma
Inklusi Sitoplasma (twitter.com)
Inklusi sitoplasma adalah zat-zat berukuran kecil yang terdapat di
dalam sitoplasma. Zat-zat inklusi tidak akan larut di dalam sitoplasma.
Terdapat banyak zat inklusi seperti kalsium okslata dan silikon dioksida
pada sel tumbuhan. Selain itu juga granul. Inkulis juga dapat berbentuk
butiran-butiran lipid yang tersusun atas campuran lemak dan protein. Fungsi zat-zat inklusi beraneka ragam tergantung
jenis dan karakteristik zatnya. Sebagai contoh granula berfungsi sebagai
tempat penyimpanan amilum, glikogen, dan polihidroksibutirat. Sedangkan
butiran lipid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan bagi sel
tumbuhan.
D. Membran Sel atau Dinding Sel
Membran Sel (turbosquid.com)
Membran sel atau dinding sel adalah lapisan terluar yang menyelubungi
seluruh badan sel. Membran sel tersusun atas fosfolipid dan protein.
Sehingga menyebabkan membran sel memiliki sifat selektif permeabel.
Sifat ini menunjukkan bahwa membran sel hanya bisa dilalui oleh zat-zat
atau ion-ion tertentu saja. Beberapa zat-zat tersebut adalah asam amino,
glukosa, dan gliserol. Fungsi utama membran sel adalah untuk melindungi
bagian dalam sel dan membatasi nya dengan lingkungan diluar sel. Dengan
sifat selektif permeabel maka membran sel juga berfungsi untuk mengatur
keluar dan masuknya suatu zat yang menuju ke dalam atau keluar
meninggalkan sel. Sehingga zat-zat berbahaya dari luar sel tidak dapat
masuk ke dalam sel.
Perbedaan Sel Tumbuhan dan Hewan
Sel Tumbuhan dan Sel Hewan (differencetalk.com)
Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki sedikit perbedaan. Hal ini
berhubungan dengan aktivitas yang dikerjakan oleh tumbuhan dan hewan.
Sebagai contoh menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis, karena
itu terdapat organel sel bernama kloroplas. Di dalam inilah terjadi
proses fotosintesis yang merubah oksigen dan air menjadi energi yang
berguna bagi metabolisme tumbuhan.
Sedangkan pada sel hewan tidak terdapat kloroplas dikarenakan hewan
tidak melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan. Agar
lebih jelas, lihatlah tabel di bawah ini yang menunjukkan perbedaan
antara sel tumbuhan dan hewan.
Perbedaan Sel Tumbuhan dan Hewan (safi-tri.blogspot.co.id)
Demikian artikel tentang sel tumbuhan dan fungsinya. Semoga bisa
bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda mengenai sel tumbuhan dan
fungsinya. Salam.