Jumat, 05 Oktober 2018

Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor (terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem)[1]. Reaksi endoterm (endo-adalah awalan yang berarti "ke dalam"), di mana kalor harus disalurkan ke sistem oleh lingkungan[2].
Pada reaksi ini, terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem sehingga suhu lingkungan turun dan menjadi lebih dingin. Reaksi endoterm menyerap sejumlah energi sehingga energi sehingga energi sistem bertambah. Karena entalpi bertambah, perubahan entalpinya bertanda positif[3].
Dapat dijelaskan dengan gambar sebagai berikut:
Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah. Artinya, entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya, perubahan entalpi, merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp-Hr) bertanda positif. Dan dapat dinyatakan perubahan entalpi untuk reaksi endoterm sebagai berikut:
∆H = Hp-Hr > 0 (Positif)
Serta dapat dijelaskan secara rinci dengan gambar sebagai berikut:
Jika dalam reaksi endoterm dalam grafik dengan proses reaksi (sebagai sumbu x) dan energi (sebagai sumbu y) dapat dilihat antara perbandingan kalor pada reaktan/pereaksi dengan produk/hasil reaksi bahwa kalor yang diserap lebih banyak pada produk/hasil reaksi. Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah. Artinya H akhir ( H dari zat-zat produk reaksi) lebih besar daripada entalpi H awal (H dari zat-zat pereaksi). Akibatnya, perubahan entalpi (∆H) yaitu selisih antara entalpi (H) akhir dengan entalpi (H) awal. Sehingga nilainya bertanda positif. Hal ini ditandai dengan menurunnya suhu lingkungan dan bertambahnya suhu pada sistem. Salah satu contoh penulisan persamaan termokimiannya:
Contoh reaksi endoterm antara lain:
1.     Reaksi antara barium hidroksida (Ba(OH)2) dan kristal amonium klorida (NH4Cl) dengan penambahan beberapa tetes air
2.     Reaksi antara amonium tiosianat (NH4SCN) dan barium hidroksida dekahidrat (Ba(OH)2.10H2O)
3.     Peristiwa pembekuan es
4.     Asimilasi
5.     Fotosintesis
6. Penguraian merkuri(II) oksida (HgO) pada suhu tinggi
  1. ^ Bakri, Mustafal.2012.Seri Pendalaman Materi Kimia.Jakarta:ESIS
  2. ^ Chang, Raymond.2005.Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti.Jakarta:Erlangga
  3. ^ Sutresna, Nana.2007.Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI.Bandung:Grafindo

Related Posts:

  • Pendapatan Nasional 1. Pendekatan produksi, melalui pendekatan ini pendapatan nasional diartikan sebagai penjumlahan nilai tambah dari setiap barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. 2. Pendekatan pendapatan,&… Read More
  • perbandingan Trigonometri Trigonometri Trigonometri adalah ilmu matematika yang mempelajari tentang sudut, sisi, dan perbandingan antara sudut terhadap sisi. Dasarnya menggunakan bangun datar segitiga. Hal ini karena arti dari kata trigonome… Read More
  • Materi Biologi Kls 11 1. Sel Sel merupakan unit terkecil dari kehidupan. Struktur sel meliputi membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel sel. Membran sel tersusun atas lipoprotein dan bersifat selektif permrabel. Organe… Read More
  • Zat KimiaZat kimia (juga disebut zat murni) didefinisikan sebagai "semua material dengan komposisi kimia tertentu" dalam pendahuluan buku teks kimia umum.[4] Menurut definisi ini, sebuah zat kimia dapat berupa unsur kimia murni atau … Read More
  • Cabang-cabang ilmu Kimia Ilmu kimia merupakan central science. Ilmu kimia dikelompokan ke dalam cabang-cabang ilmu kimia yang meliputi : Kimia Analisis adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang analisis bahan-bahan kimia yang terdapat dalam… Read More

0 komentar:

Posting Komentar